Kabar KampusOpiniPendidikan

TRANSFORMASI POLA BELAJAR MENGAJAR AKIBAT COVID 19 PARIMO CERDAS SOLUSI ATAU ILUSI?

Oleh; Muhammad Fakhrur Razy

Opini,¬†sultengpostcom –Pandemi Covid 19 membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga pada perubahan struktur dan pola kelembagaan seperti proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan.

Sistem sosial masyarakat memang sangat dinamis dan selalu mengalami perubahan akan tetapi proses perubahan sosial tidak serta merta terjadi, akan tetapi ada dua faktor pendorong terjadinya perubahan yaitu secara internal maupun eksternal.

Dalam bukunya (Martono, 2014) menjelaskan bahwa faktor yang mendorong terjadinya perubahan adalah faktor yang berasal dari dalam dan faktor yang berasal dari luar.

Jika kita mengkaji dampak pandemi Covid 19 secara sosiologi dalam prespektif
perubahan sosial maka pandemi covid 19 menjadi sebuah faktor pendorong perubahan secara eksternal yang terjadi dalam struktur sosial masyarakat. Perubahan tersebut akan mendorong proses adaptasi dengan situasi dan kondisi yang dirasakan saat ini sehingga akan menjadi satu pola kebiasaan baru untuk tetap menjaga sistem sosialnya.

Salah seorang sosiolog terkenal Tallcot Parsons (dalam Syawaludin, 2014) menjelaskan bahwa agar sistem sosial dapat bekerja dengan baik maka ada empat fungsi yang harus diperhatikan yaitu adaptasi, goal atau pencapaian tujuan, integrasi dan laten atau pemeliharaan pola-pola baru sehingga sistem sosial masyarakat bisa tetap bertahan.

Pandemi Covid 19 membuat perubahan yang begitu cepat dalam kehidupan masyarakat
terutama pada sektor pendidikan. Kita melihat bagaimana dunia pendidikan mengalami
transformasi yang begitu laju dalam pola belajar mengajar, sebelum masa pandemi siswa dan mahasiswa masih melakukan proses belajar mengajar secara langsung di ruang kelas kini telah berganti menjadi kelas virual atau kelas online (pembelajaran menggunakan komputer atau android yang menggunakan jaringan internet). Ini membuktikan bahwa sistem sosial masyarakat melakukan adaptasi dan membentuk pola baru ditengah situasi pandemi Covid 19.

Tentunya proses belajar menggunakan media virtual ini sangat jauh berbeda dengan
proses belajar mengajar secara langsung di kelas. Belajar secara virtual memerlukan ongkos yang besar, sebab modal utama dalam menjalankan proses belajar mengajar secara virtual adalah laptop atau handpone android yang didukung oleh jaringan internet. Tentunhya metode belajar yang baru ini mendapatkan berbagai macam kendala dalam kehidupan sosial masyarakat, seperti yang telah banyak dikabarkan diberita-berita.

Ada dua masalah yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembelajaran secara virtual
terkhusus bagi kita masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong pertama, akses terhadap alat teknologi yang tidak merata. Dalam lapisan masyarakat tidak semua orang yang mudah mengakses alat teknologi seperti komputer, laptop, handpone android sebagai fasilitas vital dalam melakukan proses belajar mengajar virtual.

kedua akses terhadap jaringan
internet. Penulis membaginya atas tiga wilayah masyarakat berdasarkan masalahnya yaitu wilayah masyarakat yang kesulitan jaringan, wilayah masyarakat yang kesulitan jaringan dan kesulitan membeli paket internet, dan yang terakhir wilayah masyarakat yang terdapat jaringan tetapi kesulitan membeli paket internet. Masalah-masalah di atas masih banyak ditemukan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong apalagi ditengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid 19,
disisilain masyarakat dipaksakan untuk masuk pada era digital atau era masyarakat jaringan.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close