Religi

Lakukan ‘ied Adha Berjamaah, Jajaran Polda juga Qurban 202 Hewan

Palu, sultengpostcom – Situasi pandemi covid-19 umat Islam tidak ingin melewatkan pelaksanaan Sholat Idul Adha 1441 Hijriah, 2020 Masehi secara berjamaah ditempat-tempat ibadah sebagaimana anjuran surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Polda Sulawesi Tengah menyelenggarakan Sholat Idul Adha di Masjid Nurul Ikhsan, Jumat (31/7/2020).

Tampak dalam deretan depan Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MH, Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Nurwindiyanto, MM, Irwasda Kombes Pol. Ai Afriandi,SH, SIK, MM dan pejabat utama Polda Sulteng beserta staf dan Bhayangkari.

Bertindak sebagai Imam sholat Idul Adha adalah Ipda Burhanuddin, S.Ag dari satker Direktorat Intelkam Polda Sulteng dan khotib Ustadz Zainal Fadli,S.Pd.I dari Kantor Kementrian Agama Wilayah Sulteng yang membawakan kutbah dengan judul Ibadah Haji, Qurban dan Solidaritas Terhadap Sesama.

Dalam kutbahnya khotib antara lain menerangkan dua ibadah yang sangat identik dengan Hari raya Idul Adha adalah ibadah haji dan qurban, Kedua ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang di dasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Ibadah haji merupakan salah satu dari rukun islam yang harus dilaksanakan bagi kita umat Islam yang memiliki kemampuan.

Mampu melaksanakan Rukun Islam yang kelima ini memiliki arti siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki sebagai wujud syukur atas segala nikmat harta dan kesehatan yang dikaruniakan Allah SWT untuk mendekatkan diri kepadanya.

Kesiapan kita untuk mengorbankan harta menjadi tamu Allah di Baitullah, sekaligus mengajarkan kepada kita untuk menjauhi sifat kikir dan sifat cinta terhadap kekayaan dunia. Pengorbanan kita dalam berhaji juga mengajarkan kepada kita untuk tidak membangga-banggakan kekayaan ataupun kelebihan yang kita miliki karena pada dasarnya semua itu adalah karunia dan anugerah dari Allah SWT.

“Hikmah lain dari ibadah qurban dapat dilihat dari makna kata qurban itu sendiri. Qurban dalam Bahasa Indonesia berarti dekat. Oleh karena itu, qurban dapat diartikan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui wasilah hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih,” pesan Ustadz Zainal Fadli dalam kutbahnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close